Jumat, 04 Agustus 2017

Rumah Nyaman dengan Taman dan Pepohonan



Rumah Nyaman dengan Taman dan Pepohonan

ditulis untuk mengikuti lomba di http://rumahhokie.com
 
Mengutip sebuah perkataan (mohammed prophed) : baiti jannati (rumahku bagaikan surga bagiku).

Berawal dari perkataan itu jelas bahwa sebagai orang yang mengaku mengikuti nabinya akan mendesign rumahnya seperti surga. Lalu seperti apa surga yang dimaksudkan?

Surga yang dimaksudkan dalam perkataan diatas adalah kenyamanan. Rumah yang dapat membuat penghuninya dan tamunya nyaman itulah surga yang dimaksud baiti jannati.

Kemudian apa yang dimaksud kenyamanan?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kenyamanan berarti menyegarkan; menyejukkan. Dalam arti yang lebi luas kenyamanan berarti membuat penghuninya bahagia dan mendatangkan “kebaikan”.

Salah satu hal yang dapat mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan adalah taman dengan berbagai macam pepohonan.

Desain taman dengan aneka pepohonan di depan dan belakang rumah akan mendatangkan kebaikan. Di daerah yang padat penduduk saat ini bisa kita temui jalan jalan yang beraspal dan berbatako. Nyaris hilang tanah tempat tumbuhnya berbagai macam jenis pepohonan. Belum lagi rumah dan perumahan pedesaan (tanah kavling) saat ini di bangun tanpa lahan kosong untuk area taman rumah. Tanah miliknya dibangun rumah keseluruhannya tanpa ada lahan kosong untuk taman rumah.

Betapa ngerinya jika hal ini terus dilanjutkan tanpa adanya perencanaan yang lebih baik. Bisa di bayangkan 10 tahun atau 20 tahun kedepan. Kira kira menjadi apa daerah tersebut? Jika hanya dipenuhi bangunan bangunan mati.

Hal tersebut banyak ditemuan di daerah pedesaan yang berkembang menjadi setengah kota karena berdirinya perusahaan perusahaan.

Padahal manusia dan tumbuhan saling terikat dan saling membutuhkan. Manusia sangat membutuhkan oksigen dari hasil fotosintesis tumbuhan. Semakin banyak tumbuhan maka semakin bagus bagi manusia. Semakin bagus untuk menjaga kesehatan manusia. Oksigen ikut andil besar dalam menjaga kesehatan manusia. Jika sudah tiada lagi pepohonan di suatu daerah maka bisa dipastikan daerah tersebut dikeliling berbagai macam “penyakit” yang siap membunuh manusia.


Konsep taman yang bagus untuk desain rumah

Setidaknya sebelum membangun sebuah rumah, seorang pemilik tanah meng-alokasikan antara 2-3 meter untuk lahan kosong. 1-1,5 meter di depan dan 1-1.5 meter di belakang. Di tengah tengahnya untuk di bangun rumah.

Ketika selesai membangun rumah, si pemilik rumah membangun taman surga di lahan kosong. Agar lebih bermanfaat lagi lahan lahan kosong tersebut bisa di tanami dengan pepohonan yang tumbuhnya tidak terlalu besar. Seperti pohon jambu, pohon belimbing, pohon tin, pohon srikaya, pohon sirsak, pohon pisang, dan pohon lainnya.

Tanaman buah akan lebih bermanfaat daripada tanaman bukan buah. Selain menghasilkan oksigen, tanaman buah menghasilkan buah yang bisa bermanfaat pula sebagai asupan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Sehingga tidak perlu lagi membeli buah dipasar. Tinggal petik buah di halaman rumah.

Konsep sedekah yang mendatangkan kebaikan.

Taman yang ditumbuhi pepohonan akan menghasilkan oksigen. Oksigen ini jika di hirup oleh orang lain maka itu menjadi sedekah. Sedekah tentu akan menarik “rezeki” bagi empunya. Siapa? Si pemilik tanaman, si penanam tanaman tersebut.

Selain oksigen, buahnya juga bisa di bagikan kepada tetangga yang juga bernilai sedekah. Sedekah inilah yang akan menarik rezeki bagi pemiliknya. Sedekah inilah yang menjadi kebaikan. Sedekah inilah yang akan menarik kebaikan.

Rezeki artinya luas, termasuk kenyamanan, ketika tetangga kita beri buah kemudian senyum kepada kita (kitapun menjadi bahagia) itu juga rezeki. Karena seringnya memberi hasil buah kepada tetangga, maka tetangga pun akan “menjaga” rumah kita dikala kita sedang bepergian, itu juga rezeki.

Inilah konsep rumah yang memberikan kebaikan kepada kita juga kepada tamu atau tetangga.

Konsep “baiti jannati” bisa diaplikasikan dengan desain rumah dengan taman. Walaupun desain taman seperti ini hanyalah sebuah kebaikan kecil dari konsep “baiti jannati” sebagaimana perkataan “Nabi Muhammad”.

 Yang lebih besar bisa di dapatkan melalui kajian kajian yang lebih mendalam.

Terimakasih,
Wahyudi sukur sugianto
0857-3213-4547
Posting Komentar